Filsafat Konfusius

Posted by Didi Setyapramana On 4:06 AM 0 komentar


Confusius Jika anak sebagai anak, ayah sebagai ayah dan sang raja sebagai raja, itulah keadilan .
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
Confucius pernah berkata :"Sebagai penguasa jika bekerja berlandaskan asas kebenaran, walaupun tanpa Perintah(maksudnya Peraturan Hukum), rakyatpun akan melakukan secara sadar. Namun jika sebagai penguasa tidak benar, maka biarpun ada Peraturan hukum pun, rakyat tidak sudi menaatinya."


China pada masa dulu terbagi dalam berbagi wilayah kecil yang masing-masing diperintah oleh seorang Raja. Selama hidupnya, Confucius mengembara pergi ke berbagai Negara di Cina untuk menyampaikan pengajaran dalam mengelola pemerintahan.
Beliau mengajarkan pentingnya teladan dalam pemerintahan. jika seorang Raja, Menteri dan para pejabat bisa benar dalam memerintah negara,bisa menjadai teladan, niscaya rakyat jelata akan sadar diri walaupun tanpa perintah/ketentuan hukum. Namun jika sebagai penguasa, tidak benar dalam mengelola pemerintahn, bagaimana rakyat bisa sadar dan tergerak untuk melakukan sesuatu yang ditetapkan hukum.
Tentunya pengajaran tentang konsep teladan tidak berlaku hanya bagi penguasa, namun juga bagi seorang Guru, Orangtua, Pimpinan perusahaan dsbnya.
Saya berpikir, negara kita masih perlu belajar banyak untuk merealisasikan pengajaran Confucius tentang prinsip Keteladanan. JIka ini bisa dikerjakan mulai dari pemerintahan, wakil rakyat, pemimpin masyarakat sampai kepada kepala keluarga,saya percaya Negara kita akan maju dan kuat.
Confucius berkata :"Orang bijak tidak bimbang, orang bercinta-kasih tidak cemas dan seorang pemberani tidaklah merasa takut".
Orang bijak cenderung tidak bimbang, karena tahu menilai suatu hal dengan melakukan analisa dan perenungan.Kegunaan dari menilai adalah untuk membedakan betul-salah, asli-palsu, baik-buruk. Hasil penilaian membimbing kita pada satu tindakan: mengembangkan yang baik, menghancurkan yang tidak baik.
Orang baik-hati tidak cemas, karena ia memiliki cinta dalam hatinya, sehingga tidak perlu takut melukai hati orang lain. Ia cenderung disukai orang karena kebaikan hatinya.
Seorang pemberani cenderung tidak takut, karena ia memiliki prinsip dalam melaksankan tindakan. Prinsip inilah yang memotori mereka untuk melakukan sesuatu yang menurutnya betul.
Bijak, cinta-kasih dan berani adalah "nilai" yang ada di dalam diri seorang manusia. Jika kita merasa kita kurang bijak, kurang cinta-kasih dan kurang berani mengambil satu tindakan, maka sudah seharusnya kita belajar lebih giat untuk mengembangkannya.

Categories:

0 Response for the "Filsafat Konfusius"

Post a Comment